Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

H-2 Idul Fitri 1435 H...

iseng- iseng dan kangen sama mbak Ida di H-2 Lebaran Idul Fitri 1435 H ini, aku buka webnya fajarida.com dan membaca (lagi) ini http://fajarida.com/fajar-di-27-nya/. Hmm.... rasanya Ramadhan dan Idul Fitri 1435 H ini nampak berbeda dengan biasanya. Biasanya kita bertiga masak bareng buat buka puasa, buka puasa bersama dengan personil lengkap 5 orang kemudian biasanya kita berangkat sholat ied bersama dan juga 'ujung-ujung' lengkap dengan 5 personil keluarga kami. Namun, sepertinya untuk tahun ini kita hanya bisa 4 personil. Karena mbak Ida juga lagi hamil 9 bulan putra pertamanya dan tinggal bersama suaminya di Godean. Oktober kemarin baru saja melangsungkan akad nikah. Memang hidup itu harus terus berjalan, mbak Ida udah nikah dan udah mau jadi calon ibu (semoga lancar waktu persalinannya), mbak Hanif tinggal skripsi dan aku sekarang baru akan memasuki semester 3. Hidup itu perjalanan yang penuh dengan tantangan, semoga Allah selalu mempermudah jalan kami dalam melaksa

Dakwah...

Dakwah dan Amal Jama'i 1.      Dalam fase dakwah Rasulullah SAW pada fase madinah. Dakwah Rasulullah SAW yang ditujukan kepada orang-orang yang sudah masuk Islam (umat Islam) bertujuan agar mereka mengetahui seluruh ajaran Islam baik yang diturunkan di Mekah ataupun yang diturunkan di Madinah, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka betul-betul menjadi umat yang bertakwa. Selain itu, Rasulullah SAW dibantu oleh para sahabatnya melakukan usaha-usaha nyata agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam dan terbentuk masyarakat madani di Madinah. Berdasarkan fase dakwah Rasul tersebut dapat juga dianalogikan untuk kegiatan dakwah kita. Yakni, pada kegiatan dakwah kita misalnya melalui mentoring yaitu kita mencoba bersama-sama saling mempelajari ajaran agama Islam lebih jauh dan juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan akhlak yang mulia. Disamping itu dalam perjalanan proses berdakwah itu, kita berdakwah secara bersama-sama sa

Adab Menuntut Ilmu

Bismillah… Kajian Kemuslimahan Jumat 13 Juni 2014 @ruang T2.01 ADAB MENUNTUT(MENCARI) ILMU Agama sangat mengutamkan untuk mencari ilmu. (QS Al-Mujadallah) Ilmu adalah kebutuhan untuk kita. Muadz bin jabal org yang berilmu. Ali bin Abi Thalib yang berilmu dan akhirnya diizikan oleh Rasulullah untuk meminang Fatimah. 1. Niat : motivasinya bukan untuk kerja, tujuan yang essensial untuk menuntut ilmu yaitu mengembangkan ilmu. Bukan apa yang akan kita dapatkan di kuliah ini. Berani untuk mengatakan yang benar walaupun beresiko. Berani menghadapai apapun rintangannya karena orientasinya mengembangkan ilmu dan mencari ridha Allah. Orientasinya bukan untuk mencari pekerjaan. Ilmu yang kita dapatkan harus bisa diamalkan. 2. Kesungguhan hati dalam mencari ilmu. Selama perjalanan kita menuntut ilmu tidak selama mulus dan tidak selalu bahagia. 3. Akhlak yang baik. Menghormati dosen yang sedang memberi ilmu, meletakkan buku jangan sembarangan. Ilmu itu semua berasal

Amradul ummah fii dakwah

                                                    Amradul ummah fii dakwah                                                                                                                     (penyakit umat dalam dakwah) Sebabnya, dakwah yang hanya dilakukan sendiri, yang seyogyanya harus adanya distributor. Penyakit maknawiyah atau secara mental (daiyah) 1.        Infi’aliyah (rektif) = muncul dari pihak lain yang membuat kita emosional. Dapat menyebabkan dakwah yang serampangan. 2.        Wu jahiyah = adanya pengkultusan. Tidak ada figuritas. Rasul hanya meninggalkan al-qur’an dan sunnah. 3.        Iti jayiah = merasa hebat yang menyebabkan keegoisan. 4.        Al-intiqosiyah = merendahkan orang lain yang mengakibatkan terpecah belah. Amaliyah (operasional) 1.        Juz’giyah = dakwah yang bersifat local. 2.        Ta’lidiyah = hanya membuat para anggotanya mengikuti bukan memahami. 3.        Al afghuaiyah = dakwah yang tidak wawasan, menghasilkan hasil

Ramadhan 1435 H...

10 hari terakhir Ramadhan... Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Salman Al Farisi: “Adalah bulan Ramadhan, awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” Dari ummul mukminin, Aisyah ra., menceritakan tentang kondisi Nabi saw. ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan: “Beliau jika memasuki sepuluh hari terkahir Ramadhan, mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” Apa rahasia perhatian lebih beliau terhadap sepuluh hari terakhir Ramadhan? Paling tidak ada dua sebab utama: Sebab pertama , karena sepuluh terkahir ini merupakan penutupan bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannnya atau akhirnya. Rasulullah saw. berdo’a: “اللهم اجعل خير عمري آخره وخير عملي خواتمه وخير أيامي يوم ألقاك” “Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya. Dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya. Dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana saya berjump