Langsung ke konten utama

Grafik Kehidupan Manusia

 


Fase kehidupan manusia akan terus bergulir, dimulai saat kita lahir hingga nanti meninggal dunia. Fase ini dapat kita gambarkan menggunakan grafik distribusi normal (yang pernah belajar statistika pasti sudah tidak asing dengan ini 😊). Saya mencoba membuat grafik fase kehidupan manusia dengan sumbu x (usia) dan sumbu y (kekuatan). Nilai paling kiri saya mulai dari 0 tahun (sejak lahir) hingga >65 atau tak terhingga (karena usia meninggal setiap orang berbeda-beda). Secara umum terbagi menjadi tiga fase dan secara khusus saya bagi menjadi 5 fase.


 

Pembagian 3 fase berdasarkan QS Ar Rum ayat 54 yakni,

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban...

 

Ibn Katsir di dalam Tafsirnya saat menjelaskan tentang ayat ini menulis,

Kemudian ia keluar dari rahim ibunya, lemah, kurus, dan tak berdaya. Kemudian ia tumbuh sedikit demi sedikit sampai ia menjadi seorang anak, lalu ia mencapai usia baligh, dan setelahnya menjadi seorang pemuda, yang merupakan kekuatan setelah kelemahan. Kemudian ia mulai menjadi tua, mencapai usia paruh baya, lantas menjadi tua dan uzur, kelemahan setelah kekuatan, maka ia kehilangan ketetapan hati, tenaga untuk bergerak, serta kemampuan berperang, rambutnya menjadi kelabu dan sifat-sifatnya, zahir dan batin, mulai berubah.



Jika kita lihat pembagian 3 fase pada grafik ini dapat dilihat berdasarkan konsep luas daerah pada distribusi normal. Total luas kurva itu 100% dengan pembagian rinciannya yakni luas area 1-2 (15.86%), luas area 3 sebesar 68.26% dan luas area 4-5 (15.86%). Usia 0-12 pada area 1 yakni ketika manusia lahir hingga usia anak-anak luas areanya atau kekuatannya masih lemah. Selanjutnya memasuki usia remaja 12-20 yakni ketika masa SMP, SMA dan perkuliahan dengan kekuatan yang lebih besar dibandingkan area 1. Kemudian mulai memasuki area 3 dengan rentang usia 20-60 tahun memiliki kekuatan terbesar (fisik, pikiran, hati). Luas area 3 paling besar menunjukkan pula banyak kesempatan yang bisa dilakukan di rentang usia tersebut. Area 3 ini mempunyai titik puncak ketika usia 40 tahun.

 

Dan Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai 40 tahun, dia berdoa,

‘Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat kebijkan yang Engkau ridhai; dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’(QS Al-Ahqâf: 15)

 

Ayat diatas jelas menyatakan usia 40 sebagai fase penting dalam perkembangan hidup manusia. Ada perintah-perintah yang menyertai karakteristik yang perlu dimiliki ketika seseorang disampaikan usianya pada masa tersebut. Selain itu, usia 40 tahun merupakan usia kematangan seseorang dalam berpikir, emosi, spriritual, finansial dan lainnya. Rasulullah diangkat menjadi rasul ketika berusia 40 tahun. Setelah itu kekuatan mulai berkurang ketika menuju usia 60 tahun, selaras dengan batas rata-rata usia pensiun.  


Selanjutnya area 4 yakni memasuki usia 60-65 tahun, masa-masa awal pensiun dengan kekuatan yang menurun dengan luas areanya sama dengan area 2. Kemudian memasuki area 5 yakni usia lebih dari 65 tahun, luas areanya semakin mengecil seperti saat usia 0-12 tahun (area 1). Maka tidaklah heran semakin tua seseorang seperti kembali anak-anak kecil. Itulah yang dijelaskan pada surat QS Ar-Rum ayat 54 bahwa akan kembali lemah.


Berbagai kecanggihan teknologi masa kini, membuat manusia dengan mudahnya mengakses maupun memposting kehidupannya di media sosial. Ruang online seakan menjadi tempat terlama menghabiskan 24 jam kita dalam sehari. Melalui postingan atau story kita bisa melihat kabar dan keadaan terbaru teman kita. Namun, ada kalanya membuat kita merasa ‘tertinggal’ karena belum mencapai fase yang dialami teman kita. Terlebih ketika memasuk fase-fase quarter life crisis yakni usia 20-30 tahun. Usia 20-30 tahun pada berada di fase transisi pada area 2 dan 3.


Memang fase-fase yang penuh perjuangan maka Allah pun memberikan kekuatan yang banyak pada area 3 dibandingkan area yang lain. Begitu banyak pertanyaan tentang, “ketrima kuliah dimana?”; “gimana skripsinya?”; “sekarang kerja dimana?”; “kapan nikah?”; “sudah isi/hamil?”; “sekarang anaknya berapa?”; “kapan nambah anak?” dan sebagainya. Bahkan di fase 3, 4 dan 5 pun masih ada kemungkinan pertanyaan-pertanyaan, “sekarang anaknya kerja dimana?”; “sudah mantu?”; “sudah mentas semua anaknya?”; “sudah punya cucu berapa?” dan lainnya. Ya memang pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan selesai sampai kurva kehidupan kita kembali ke titik 0 (meninggal dunia).


Setiap orang mempunyai perjuangan di fase kehidupan yang berbeda. Selain kita bertanya, bisa kita mendoakan dan membantu yang bisa kita lakukan. Sebab kita tak pernah tau perjuangan yang mereka lakukan. Kita tak pernah tau tentang sudah uang yang mereka keluarkan; sudah berapa banyak air mata yang keluar; sudah berapa tahun kesabaran mereka, sudah seluas apa keikhlasan mereka; sudah seberapa banyak orang yang mereka minta bantuan; sudah seberapa banyak mereka belajar dan perjuangan lainnya yang kita sebenarnya tidak benar-benar mengetahuinya. Berada di fase manapun sekarang, tetap semangat untuk terus berjuang. Selagi Allah masih berikan kekuatan, terutama pada rentang usia di area 3 maka maksimalkan dengan baik. Selamat meneruskan perjuangan selanjutnya kawan ^_^.


“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan…” (HR At-Tirmidzi)

Sekilas ia tampak diam, padahal ia terus bergerak. Bergerak perlahan menuju titik nol. Tahulah kita, begitulah hakikat umur manusia. -Anonim-

wallahua'lam bishawab 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Arti Kebarokahan dalam Hidup?

Bismillah.. Sudah hampir 1 tahun berada di Bogor, kota hujan penuh keberkahan. Selayaknya di Jogja yang begitu banyak taman-taman surge (majelis ilmu), di Bogor pun cukup bertebaran taman-taman surge meskipun tidak sebanyak di Jogja. Memang, di Jogja setiap hari ada kajian dari waktu subuh hingga isya’ di berbagai masjid-masjid, kampong dan kampus. Maka tak heran jika ada teman yang mengatakan bahwa ‘Jogja itu surganya kajian’ .   Itulah mungkin salah satu dari kerinduan Jogja.. Salah satu majelis ilmu yang saya ikuti pada hari Sabtu, 21 September 2019 yakni kajian Ngariung Yuk yang ternyata udah batch 6. Kajian ini ternyata juga diadakan dari Bogor Raincake milik pasangan artis Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu (a.k.a cinta fitri yang terwujud di dunia nyata). Pada Kajian Ngariung Yuk batch 6 ini mengundang seorang Ustadz ternama yakni Ust Oemar Mita di The Sahira Hotel, Bogor. Meskipun ada kuota tapi acara ini gratis. Hal ini cukup menginspirasi saya bahwa bisnis yang kemud

BAHAGIA: bukan tentang harta, tapi tentang rasa

          Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didapuk sebagai provinsi termiskin di Pulau Jawa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan sebanyak 11,49% penduduk miskin pada 2022. Artinya, pengeluaran mereka berada di bawah garis kemiskinan Yogyakarta, yakni Rp551.342 per kapita/bulan. Sedangan Indeks Pembangunan Manusaia (IPM) di provinsi DIY tertinggi kedua nasional yakni sebesar 80,64 pada 2022. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.Mari melihat satu data lagi yakni indeks kebahagiaan DIY sebesar 71,7 pada 2021, angka lebih besar dari rata-rata nasional yang sebesar 71,49. Indeks Kebahagiaan Indonesia merupakan indeks komposit yang dihitung secara tertimbang menggunakan dimensi (perasaan dan makna hidup) dan indikator dengan skala 0-100. Semakin tinggi nilai indeks menunjukkan tingkat kehidupan penduduk yang semakin bahagia.                       Data kemiskinan,

Rekomendasi Buku dan Kelas Pra-Nikah