Langsung ke konten utama

Ketika Hari Itu . . .

 Ketika Hari Itu . . .

Bismillah....
Hari minggu, tepatnya tanggal 26 februari 2012...
Malam minggu itu aku masih bingung untuk memutuskan besok minggu akan mengikuti kegiatan yang mana..
karena hari minggu itu, aku juga diajak temen2 "closet" (julukan kelas ku, class of sciene 3) untuk maen bersama,,, sbenernya aku pengen ikut, namun aku udah ada acara yang mungkin lebih diprioritaskan...
dan akhirnya aku memutuskan untuk ikut outbond dan kajian di buper babarsari.. seharusnya dari perwakilan smaku ada 4 org, tapi 3 org tidak bisa ikut dengan berbagai alasan.
awalnya aku tidak mau, karena tidak ada temannya, yah , aku memang tipe orang yang agak pemalu dan suka bingung. namun ku coba, beranikan diriku unruk lebih dewasa, tanpa tergantung teman. Alhasil, karena bujukan dan nasihat dari mb.sa, akhirnya aku memutuskan untuk datang.

jam 8.15 aku berangkat dari rumah, aku diantar bapakku. karena 3 hari yang lalu aku habis kecelakaan, sehingga kaki dan tangan ku masih sakit ..
sesampainya disana,, aku datang dan bertemu dengan mb.sa, jika gda mb.sa mgkn aku gak akan datang. karena yang ku kenal disana cuma mb.sa. kemudian aku absen, terus duduk. disitu terdapat 3 org akhwat, dan kupikir mreka dari sekolah yang sama, sehingga mereka saling kenal dan bicara. Aku bingung, cuma duduk manis, dan seperti anak ilang... dan aku malu untuk berkenalan... untuk menunggu peserta yang lain, mb.sa mengajakku sholat dhuha.. akhirnya aku dan mb.sa sholat dhuha bersajadahkan mantel...

setelah 30menit menunggu, akhirnya acaranya pun dimulai. dari 10akhwat dibagi menjadi 2 kelompok. aku sekelompok dengan anak sma1, sma7, smk7, dan akau sendiri sma6. ada yang kelas 1, ada yang kelas 2. namun kebanyakan kelas 1. Subhanallah .... kelas 1 udh pada liqo' dan pinter2..., jadi merasa malu sendiri...

yah, perjalanan pun dimulai, melewati berbagai pos yang bervariasi isi dan amanah disetiappos.. dan disetiap pos aku mendapatkan pelajaran yang begitu berharga... outbond berlangsung hingga dhzuhur,,,

setelah itu, istirahat makan siang. setelah itu wudhu dan sholat dhzuhur, namun sebelum aku wudhu, tiba-tiba kakiku yang beralaskan kaoskaki "cress", ternyata pines terinjak kakiku. sontak aku langsung melihat kakiku (kaki kanan, yang dulu juga bekas menginjak gesper sandal), aku tak kuasa melihat kakiku yang tertancapkan pines itu... kemudian mbk2 menolongku, dan akhirnya alhmdulillah pines itu berhasil dicabut. kemudian darah langsung dikeluarkan dan diobati... Ya Allah, semoga Engkau memberi rasa sakit yang bertubi ini menjadi peluruh dosaku,, air mataku pun mengalir 3hari setelah kecelakaan, belum sembuh total, tiba2 kaki ini terkena musibah lagi... tapi aku tetap bersyukur masih diberikan keselamatan...

setelah diobati, aku wudhu dan sholat. kemudian dilanjutkan kajian mengenai 'urgensi liqo''.
Subhanallah, banyak yang kudapatkan...
, liqo' itu merupakan kebutuhan diri sendiri, jadi ya kesadaran seseorang untuk lebih baik dan mengupgradekan iman kita, semisal kita butuh makan dan minum, bila kita merasa haus dan lapar, kita langsung menuju ke tujuan kita untuk makan dan minum dengan kesadaran dirinya sendiri...
, menciptakan generasi yang shalih dan shalihah. manfaat kita mencari ilmu itu, gak cuma buat sekarang, namun sangat penting untuk bekal esok kita telah dewasa, pasti suatu saat akan bermanfaat, entah kapan , dimana... tapi percayalah ilmu yang telah kita dapat, bermanfaat untuk mencetak kader2 yang sungguh luar biasa, untuk teman , saudara, anak, cucu, dan siapapun, supaya menjadi generasi yang shalih dan shalihah.
saat sharing2 dengan sekolah lain, Subhanallah banyak sekali teman2 yang tetap bertahan dalam dakwah islam ini wlaupun banyak halangan dan rintangan, tetap mereka hadapi. ada salah satu sma yang dilarang, namun mreka tetap berusaha sendiri diluar sekolah untuk mencari dan mendapatkan ilmu, dan itu bisa dibilang masih muda, karena masih kelas x , namun kesadaran atas itu sangatlah besar. Hmm...Serasa dapat tamparan ringan, dari cerita temen2...

Ya Allah semoga Engkau selalu meridhoi, membimbing di jalan kebenaran ini...
Semoga tetap istiqomah ,,, dan berilah kekuatan dan kesabaran disetiap rintangan yang kami hadapi,,,, Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan,,, Carilah Ilmu yang bermanfaat
Bismillahirrohmanirrohim.......

#tulisan.waktu.sma dari blog lama
@cca19




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Arti Kebarokahan dalam Hidup?

Bismillah.. Sudah hampir 1 tahun berada di Bogor, kota hujan penuh keberkahan. Selayaknya di Jogja yang begitu banyak taman-taman surge (majelis ilmu), di Bogor pun cukup bertebaran taman-taman surge meskipun tidak sebanyak di Jogja. Memang, di Jogja setiap hari ada kajian dari waktu subuh hingga isya’ di berbagai masjid-masjid, kampong dan kampus. Maka tak heran jika ada teman yang mengatakan bahwa ‘Jogja itu surganya kajian’ .   Itulah mungkin salah satu dari kerinduan Jogja.. Salah satu majelis ilmu yang saya ikuti pada hari Sabtu, 21 September 2019 yakni kajian Ngariung Yuk yang ternyata udah batch 6. Kajian ini ternyata juga diadakan dari Bogor Raincake milik pasangan artis Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu (a.k.a cinta fitri yang terwujud di dunia nyata). Pada Kajian Ngariung Yuk batch 6 ini mengundang seorang Ustadz ternama yakni Ust Oemar Mita di The Sahira Hotel, Bogor. Meskipun ada kuota tapi acara ini gratis. Hal ini cukup menginspirasi saya bahwa bisnis yang kemud

Rekomendasi Buku dan Kelas Pra-Nikah

BAHAGIA: bukan tentang harta, tapi tentang rasa

          Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didapuk sebagai provinsi termiskin di Pulau Jawa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan sebanyak 11,49% penduduk miskin pada 2022. Artinya, pengeluaran mereka berada di bawah garis kemiskinan Yogyakarta, yakni Rp551.342 per kapita/bulan. Sedangan Indeks Pembangunan Manusaia (IPM) di provinsi DIY tertinggi kedua nasional yakni sebesar 80,64 pada 2022. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.Mari melihat satu data lagi yakni indeks kebahagiaan DIY sebesar 71,7 pada 2021, angka lebih besar dari rata-rata nasional yang sebesar 71,49. Indeks Kebahagiaan Indonesia merupakan indeks komposit yang dihitung secara tertimbang menggunakan dimensi (perasaan dan makna hidup) dan indikator dengan skala 0-100. Semakin tinggi nilai indeks menunjukkan tingkat kehidupan penduduk yang semakin bahagia.                       Data kemiskinan,