Langsung ke konten utama

“Pemuda, Melek Dunia Paham Agama”





Oleh Solihun atau yang akrab disapa O.Solihun. Beliau penulis berbagai macam buku, terlebih yang terkait mengenai pemuda dan Islam. Tulisan-tulisan beliau yang cocok dibaca dan rasanya wajib dimiliki oleh para pemuda untuk membekali diri dan memberikan suplemen untuk menghadapi kehidupan yang lebih baik. Salah satu bukunya yaitu yang berjudul “Muda Luar Biasa (Melek Dunia, Paham Agama)” merupakan buku yang sangat cocok bagi para pemuda yang sedang mengeksplore diri dan berpartisipasi aktif dalam berbagai hal yang berbuah pahala.
            Kondisi pemuda saat ini masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Tidak sedikit para pemuda yang masih bermalas-malasan, ataupun hanya berfoya-foya hanya untuk kepuasan dirinya masing-masing. Sebagian dari mereka hanya memanfaatkan masa mudanya untuk bersenang-senang bersama teman-temannya tanpa memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Padahal, pemuda merupakan tonggak sebuah perubahan bangsa untuk menjadi lebih baik. Sehingga, perlunya motivasi bagi para pemuda yang belum tergugah semangatnya untuk bergerak menjadi pioner perubahan bangsa yang lebih baik.
Nah, dalam buku ini dibahas secara singkat tentang pengertian politik, pentingnya berpolitik dan semoga dapat  meluruskan kembali pemahamannya tentang politik. Tidak memandang jijik atau takut terhadap politik, dan masalah politik ini juga harus disampaikan kepada pemuda. Disamping masalah dunia ataupun yang terkait tentang dunia politik, ada satu hal yang sangat pokok yaitu mengenai agama. Dalam buku ini juga dibahas bagaimana pemuda itu juga paham tentang agama Islam, sehingga pemuda juga tidak hanya aktif bergerak saja, namun harus adanya perbekalan jiwa secara ruhani melalui pemahaman agama yang baik.
Buku ini dikemas dengan bahasa yang menarik dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan, khususnya para pemuda. Selain itu, dalam buku ini juga dapat dijadikan sebagai motivasi-motivasi dalam bergerak melangkah menuju perubahan yang lebih baik dan tentunya berdasarkan syari’at agama Islam. Sehingga, buku ini sangat cocok dibaca oleh para pemuda Islam yang rindu akan kebaikan dan pahala. (ch)

#MudaBerkarya 
#TulisanMading
#cca19

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Arti Kebarokahan dalam Hidup?

Bismillah.. Sudah hampir 1 tahun berada di Bogor, kota hujan penuh keberkahan. Selayaknya di Jogja yang begitu banyak taman-taman surge (majelis ilmu), di Bogor pun cukup bertebaran taman-taman surge meskipun tidak sebanyak di Jogja. Memang, di Jogja setiap hari ada kajian dari waktu subuh hingga isya’ di berbagai masjid-masjid, kampong dan kampus. Maka tak heran jika ada teman yang mengatakan bahwa ‘Jogja itu surganya kajian’ .   Itulah mungkin salah satu dari kerinduan Jogja.. Salah satu majelis ilmu yang saya ikuti pada hari Sabtu, 21 September 2019 yakni kajian Ngariung Yuk yang ternyata udah batch 6. Kajian ini ternyata juga diadakan dari Bogor Raincake milik pasangan artis Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu (a.k.a cinta fitri yang terwujud di dunia nyata). Pada Kajian Ngariung Yuk batch 6 ini mengundang seorang Ustadz ternama yakni Ust Oemar Mita di The Sahira Hotel, Bogor. Meskipun ada kuota tapi acara ini gratis. Hal ini cukup menginspirasi saya bahwa bisnis yang kemud

BAHAGIA: bukan tentang harta, tapi tentang rasa

          Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didapuk sebagai provinsi termiskin di Pulau Jawa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan sebanyak 11,49% penduduk miskin pada 2022. Artinya, pengeluaran mereka berada di bawah garis kemiskinan Yogyakarta, yakni Rp551.342 per kapita/bulan. Sedangan Indeks Pembangunan Manusaia (IPM) di provinsi DIY tertinggi kedua nasional yakni sebesar 80,64 pada 2022. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.Mari melihat satu data lagi yakni indeks kebahagiaan DIY sebesar 71,7 pada 2021, angka lebih besar dari rata-rata nasional yang sebesar 71,49. Indeks Kebahagiaan Indonesia merupakan indeks komposit yang dihitung secara tertimbang menggunakan dimensi (perasaan dan makna hidup) dan indikator dengan skala 0-100. Semakin tinggi nilai indeks menunjukkan tingkat kehidupan penduduk yang semakin bahagia.                       Data kemiskinan,

Rekomendasi Buku dan Kelas Pra-Nikah